cangkir
Bogor , Mugisine ira et studio
yah begitulah kenyataannya
malam itu ternyata tidak cukup bagi mereka untuk saling bertukar pikiran. butuh 2 jam lagi untuk memperbaiki apa yang perlu diperbaiki. tidak ada yang tau apa yang dibicarakan. hanya terlihat siluet di pinggir jalan di bawah lampu jalan yang sudah mulai redup.
bukan ingin mendominasi ataupun menebar virus ketergantungan. ga sama sekali terpikir untuk berbuat sejauh itu. dan sampai sekarang pun, dia tidak tau banyak tentang perempuan itu. sengaja? mungkin. entahlah, hanya Tuhan yang tau itu. jendela itu masih terbuka lebar kok. menunggu angin yang menutupnya. tidak perlu menyalahkan siapa pun
Musik memang ampuh menenangkan jiwa dan raga.
pitagoras
kiniku kembali bercerita, tapi belum siap dengan segala konsekuensi dari sebuah persamaan rumus pitagoras. belakangan ini aku melihat ada sebuah pangkat yang hilang diantara angka-angka dalam segitiga merah itu. dia dan dia tidak lagi terlihat sebagai suatu kesatuan. mungkin karena ulahku, atau bukan sama sekali.
minggu lalu kami bercerita. dia lebih tepatnya, aku hanya mendengarkan dan menyimak setiap kata yang terucap. seperti tidak boleh ada satu kata pun yang boleh terlewat. satu kalimat, dua kalimat, hingga menjadi sebuah penggalan cerita klise dari sebuah persahabatan.
manusia memang selalu bertanya kenapa dan kenapa. melankolis mungkin.
(via photooverload)
Ketika Korea menjadi pemicu Konflik Batin diantara kita. Konyol, sangat.
<3 <3
(via fuckyeahweddingideas)


